Panduan Lengkap: Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot di Rumah

Posted on

Panduan Lengkap: Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot di Rumah

Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot: Mudah dan Praktis Tepat di Rumah

Menanam bawang merah dalam pot adalah salah satu cara berkebun yang mudah dan praktis, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Dengan menggunakan pot, Anda dapat menanam bawang merah di balkon, teras, atau bahkan di dalam rumah. Selain itu, menanam bawang merah dalam pot juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Menanam bawang merah dalam pot memiliki banyak manfaat. Pertama, Anda dapat menghemat biaya belanja bawang merah. Kedua, Anda dapat memastikan bahwa bawang merah yang Anda konsumsi bebas dari pestisida dan bahan kimia lainnya. Ketiga, menanam bawang merah dalam pot dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Anda dapat menikmati proses menanam dan merawat bawang merah, serta melihat hasil panen Anda sendiri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah menanam bawang merah dalam pot secara lebih rinci. Kita akan membahas mulai dari pemilihan pot yang tepat, jenis tanah, cara menanam bawang merah, hingga cara merawat dan memanennya. Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba menanam bawang merah dalam pot, artikel ini akan sangat membantu Anda.

Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot

Sebelum kita membahas langkah-langkah menanam bawang merah dalam pot, ada beberapa poin penting yang perlu kita pahami. Memahami poin-poin ini akan membantu kita untuk berhasil menanam bawang merah dalam pot.

  • Pemilihan Pot: Pilih pot yang berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik.
  • Jenis Tanah: Gunakan tanah yang gembur, porous, dan kaya akan nutrisi.
  • Bibit Bawang Merah: Pilih bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit.
  • Penanaman: Tanam bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan beri jarak sekitar 5-7 cm antar bibit.
  • Penyiraman: Sirami bawang merah secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air.
  • Pemupukan: Berikan pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Panen: Panen bawang merah setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning.

Poin-poin penting di atas saling terkait satu sama lain dan sama-sama penting untuk keberhasilan menanam bawang merah dalam pot. Misalnya, pemilihan pot yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Pot yang terlalu kecil akan membatasi pertumbuhan akar bawang merah, sedangkan pot yang terlalu besar akan membuat tanah mudah tergenang air. Jenis tanah yang digunakan juga sangat penting. Tanah yang gembur dan porous akan memudahkan akar bawang merah untuk tumbuh dan menyerap nutrisi. Sedangkan tanah yang padat dan tidak porous akan menghambat pertumbuhan akar bawang merah dan membuatnya mudah terserang penyakit.

Pemilihan Pot: Pilih pot yang berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik.

Pemilihan pot yang tepat sangat penting untuk keberhasilan menanam bawang merah dalam pot. Pot yang berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik akan memungkinkan akar bawang merah untuk tumbuh dengan baik dan menyerap nutrisi secara optimal.

  • Ukuran Pot: Ukuran pot yang ideal untuk menanam bawang merah adalah berdiameter sekitar 20-30 cm dan tinggi sekitar 15-20 cm. Pot yang terlalu kecil akan membatasi pertumbuhan akar bawang merah, sedangkan pot yang terlalu besar akan membuat tanah mudah tergenang air.
  • Lubang Drainase: Lubang drainase pada pot berfungsi untuk membuang kelebihan air dari dalam pot. Lubang drainase yang baik akan mencegah tanah menjadi becek dan akar bawang merah membusuk.
  • Bahan Pot: Pot untuk menanam bawang merah dapat terbuat dari berbagai bahan, seperti plastik, tanah liat, atau keramik. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pot plastik ringan dan mudah dipindahkan, tetapi tidak terlalu kuat. Pot tanah liat dan keramik lebih berat dan kuat, tetapi lebih mahal dan mudah pecah.
  • Bentuk Pot: Bentuk pot untuk menanam bawang merah tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah. Namun, pot dengan bentuk yang unik dan menarik dapat mempercantik tampilan tanaman bawang merah Anda.

Pemilihan pot yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Pot yang terlalu kecil akan membuat bawang merah tumbuh kerdil dan tidak menghasilkan banyak umbi. Sedangkan pot yang terlalu besar akan membuat tanah mudah tergenang air dan menyebabkan akar bawang merah membusuk. Oleh karena itu, pilihlah pot yang berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik agar bawang merah dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi.

Jenis Tanah: Gunakan tanah yang gembur, porous, dan kaya akan nutrisi.

Jenis tanah yang digunakan untuk menanam bawang merah dalam pot sangat penting. Tanah yang gembur, porous, dan kaya akan nutrisi akan memungkinkan akar bawang merah untuk tumbuh dengan baik dan menyerap nutrisi secara optimal. Sebaliknya, tanah yang padat, tidak porous, dan miskin nutrisi akan menghambat pertumbuhan akar bawang merah dan membuatnya mudah terserang penyakit.

  • Gembur: Tanah yang gembur memiliki struktur yang tidak padat dan mudah diolah. Tanah yang gembur memungkinkan akar bawang merah untuk tumbuh dengan mudah dan menyerap nutrisi secara optimal.
  • Porous: Tanah yang porous memiliki banyak pori-pori yang memungkinkan air dan udara untuk masuk ke dalam tanah. Tanah yang porous juga memungkinkan akar bawang merah untuk bernapas dengan baik.
  • Kaya akan nutrisi: Tanah yang kaya akan nutrisi mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh bawang merah untuk tumbuh, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Tanah yang kaya akan nutrisi akan membuat bawang merah tumbuh subur dan menghasilkan banyak umbi.
  • pH tanah: Bawang merah tumbuh baik di tanah dengan pH antara 6,0 dan 6,8. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa akan menghambat pertumbuhan bawang merah.

Jenis tanah yang ideal untuk menanam bawang merah dalam pot adalah campuran tanah humus, tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Tanah humus kaya akan unsur hara, tanah pasir membuat tanah menjadi gembur dan porous, sedangkan pupuk kandang menyediakan nutrisi tambahan bagi bawang merah. Anda juga dapat menambahkan sedikit arang sekam untuk meningkatkan porositas tanah dan mencegah tanah menjadi padat.

Bibit Bawang Merah: Pilih bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit.

Pemilihan bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit sangat penting untuk keberhasilan menanam bawang merah dalam pot. Bibit bawang merah yang berkualitas baik akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi, sedangkan bibit bawang merah yang buruk akan tumbuh kerdil dan mudah terserang penyakit.

  • Bibit bawang merah yang berkualitas baik:

    Bibit bawang merah yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Utuh dan tidak cacat
    • Berukuran sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil
    • Berwarna merah kecokelatan dan mengkilap
    • Tidak memiliki bintik-bintik atau luka

  • Bibit bawang merah yang bebas dari penyakit:

    Bibit bawang merah yang bebas dari penyakit memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Tidak memiliki bercak-bercak atau bintik-bintik pada permukaannya
    • Tidak mengeluarkan bau busuk
    • Tidak memiliki bintik-bintik hitam pada bagian dalamnya

  • Menghindari bibit bawang merah yang terinfeksi penyakit:

    Bibit bawang merah yang terinfeksi penyakit dapat menyebarkan penyakit ke tanaman bawang merah lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menghindari penggunaan bibit bawang merah yang terinfeksi penyakit.

  • Mendapatkan bibit bawang merah yang berkualitas baik:

    Bibit bawang merah yang berkualitas baik dapat diperoleh dari toko pertanian atau petani bawang merah. Pastikan untuk memilih bibit bawang merah yang berasal dari petani yang terpercaya.

Pemilihan bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit sangat penting untuk keberhasilan menanam bawang merah dalam pot. Bibit bawang merah yang berkualitas baik akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi, sedangkan bibit bawang merah yang buruk akan tumbuh kerdil dan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit sebelum menanamnya di dalam pot.

Penanaman: Tanam bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan beri jarak sekitar 5-7 cm antar bibit.

Penanaman bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan diberi jarak sekitar 5-7 cm antar bibit merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam bawang merah dalam pot. Penanaman yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi.

Kedalaman tanam: Bibit bawang merah ditanam sedalam 1-2 cm karena kedalaman tersebut cukup untuk melindungi bibit dari kekeringan dan serangan hama. Jika bibit ditanam terlalu dalam, maka pertumbuhannya akan terhambat. Sebaliknya, jika bibit ditanam terlalu dangkal, maka bibit akan mudah kering dan mati.

Jarak tanam: Jarak tanam antar bibit bawang merah sekitar 5-7 cm bertujuan untuk memberikan ruang yang cukup bagi bawang merah untuk tumbuh dan berkembang. Jarak tanam yang terlalu rapat akan membuat bawang merah tumbuh kerdil dan tidak menghasilkan banyak umbi. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar akan membuat tanah menjadi kosong dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Contoh: Seorang petani bawang merah bernama Pak Tani menanam bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan diberi jarak sekitar 5-7 cm antar bibit. Hasilnya, bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi. Pak Tani pun senang dengan hasil panennya.

Aplikasi: Pemahaman tentang penanaman bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan diberi jarak sekitar 5-7 cm antar bibit sangat penting dalam praktik cara menanam bawang merah dalam pot. Penanaman yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi. Sebaliknya, penanaman yang tidak tepat akan membuat bawang merah tumbuh kerdil dan tidak menghasilkan banyak umbi.

Tantangan: Salah satu tantangan dalam menanam bawang merah dalam pot adalah keterbatasan ruang. Oleh karena itu, penting untuk mengatur jarak tanam antar bibit bawang merah dengan tepat agar bawang merah dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi.

Koneksi yang lebih luas: Memahami penanaman bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan diberi jarak sekitar 5-7 cm antar bibit merupakan bagian penting dalam memahami cara menanam bawang merah dalam pot secara keseluruhan. Penanaman yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak umbi, yang merupakan tujuan utama dari menanam bawang merah dalam pot.

Penyiraman: Sirami bawang merah secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air.

Penyiraman merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam bawang merah dalam pot. Bawang merah membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, tetapi penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan bawang merah membusuk. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyiram bawang merah dengan benar.

  • Frekuensi penyiraman:

    Bawang merah perlu disiram secara teratur, terutama pada saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman tergantung pada cuaca dan kondisi tanah. Pada musim kemarau, bawang merah perlu disiram setiap hari atau dua hari sekali. Sedangkan pada musim hujan, penyiraman dapat dilakukan lebih jarang.

  • Jumlah air:

    Jumlah air yang diberikan saat menyiram bawang merah tidak boleh berlebihan. Cukup siram hingga tanah menjadi lembab, tetapi tidak sampai tergenang air. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan bawang merah membusuk.

  • Waktu penyiraman:

    Waktu terbaik untuk menyiram bawang merah adalah pada pagi hari atau sore hari. Hindari menyiram bawang merah pada siang hari karena dapat menyebabkan bawang merah terbakar.

  • Teknik penyiraman:

    Saat menyiram bawang merah, sebaiknya gunakan gembor atau selang dengan tekanan air yang rendah. Hindari menyiram bawang merah dengan air yang terlalu deras karena dapat merusak tanaman.

Dengan memahami cara penyiraman yang benar, Anda dapat membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat. Penyiraman yang tepat juga dapat mencegah bawang merah terserang penyakit dan hama.

Pemupukan: Berikan pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pemberian pupuk NPK merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam bawang merah dalam pot. Pupuk NPK mengandung unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan oleh bawang merah untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.

Hubungan antara pemupukan dan cara menanam bawang merah dalam pot:

  • Pemupukan sebagai pendukung pertumbuhan: Pemberian pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan sehat. Unsur hara nitrogen (N) membantu pertumbuhan daun dan batang, fosfor (P) membantu perkembangan akar dan bunga, sedangkan kalium (K) membantu pembentukan umbi.
  • Pencegahan penyakit dan hama: Pemupukan yang tepat dapat membantu mencegah bawang merah terserang penyakit dan hama. Unsur hara nitrogen (N) membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, sedangkan fosfor (P) membantu memperkuat akar tanaman sehingga tidak mudah diserang hama.
  • Peningkatan hasil panen: Pemberian pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan dapat membantu meningkatkan hasil panen bawang merah. Unsur hara nitrogen (N) membantu meningkatkan jumlah umbi, sedangkan fosfor (P) membantu meningkatkan ukuran umbi.

Contoh: Seorang petani bawang merah bernama Pak Tani memberikan pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada tanaman bawang merahnya. Hasilnya, bawang merah tumbuh dengan baik dan sehat, tidak terserang penyakit dan hama, serta menghasilkan umbi yang besar dan banyak.

Kesimpulan: Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam bawang merah dalam pot. Pemberian pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan sehat, mencegah penyakit dan hama, serta meningkatkan hasil panen.

Panen: Panen bawang merah setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning.

Panen bawang merah merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam bawang merah dalam pot. Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat agar bawang merah dapat dipanen dengan kualitas terbaik.

  • Waktu Panen:

    Bawang merah dapat dipanen setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning. Pada saat ini, umbi bawang merah sudah terbentuk sempurna dan siap untuk dipanen.

  • Ciri-ciri Bawang Merah yang Siap Panen:

    Ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa bawang merah sudah siap untuk dipanen, antara lain:

    • Daun bawang merah mulai menguning dan layu.
    • Umbi bawang merah terlihat menonjol keluar dari tanah.
    • Kulit umbi bawang merah berwarna merah kecokelatan dan mengkilap.

  • Cara Panen:

    Untuk memanen bawang merah, cukup cabut tanaman bawang merah dari tanah dengan hati-hati. Hindari menarik daun bawang merah karena dapat merusak umbi.

  • Penanganan Setelah Panen:

    Setelah dipanen, bawang merah harus dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering. Setelah kering, bawang merah dapat disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Dengan memahami waktu panen dan cara panen yang tepat, Anda dapat memanen bawang merah dengan kualitas terbaik. Bawang merah yang dipanen pada waktu yang tepat akan memiliki rasa yang lebih kuat dan lebih tahan lama.

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan umum (FAQ) terkait dengan cara menanam bawang merah dalam pot:

Pertanyaan 1: Apakah bawang merah dapat ditanam dalam pot?
Jawaban: Ya, bawang merah dapat ditanam dalam pot. Menanam bawang merah dalam pot merupakan salah satu cara berkebun yang mudah dan praktis, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan dan memiliki keterbatasan lahan.

Pertanyaan 2: Jenis pot apa yang cocok untuk menanam bawang merah?
Jawaban: Pot yang cocok untuk menanam bawang merah adalah pot berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik. Lubang drainase berfungsi untuk membuang kelebihan air dari dalam pot dan mencegah tanah menjadi becek.

Pertanyaan 3: Jenis tanah apa yang cocok untuk menanam bawang merah dalam pot?
Jawaban: Jenis tanah yang cocok untuk menanam bawang merah dalam pot adalah tanah yang gembur, porous, dan kaya akan nutrisi. Tanah yang gembur memungkinkan akar bawang merah untuk tumbuh dengan baik, sedangkan tanah yang porous memungkinkan air dan udara untuk masuk ke dalam tanah.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara menanam bawang merah dalam pot?
Jawaban: Untuk menanam bawang merah dalam pot, Anda perlu menyiapkan pot, tanah, dan bibit bawang merah. Pertama, isi pot dengan tanah hingga setengah bagian. Kemudian, buat lubang kecil di tengah tanah dan masukkan bibit bawang merah sedalam 1-2 cm. Setelah itu, tutup lubang dengan tanah dan siram hingga tanah menjadi lembab.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara merawat bawang merah yang ditanam dalam pot?
Jawaban: Perawatan bawang merah yang ditanam dalam pot meliputi penyiraman, pemupukan, dan penyiangan. Penyiraman dilakukan secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air. Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan pupuk NPK. Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah.

Pertanyaan 6: Kapan bawang merah yang ditanam dalam pot dapat dipanen?
Jawaban: Bawang merah yang ditanam dalam pot dapat dipanen setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning. Pada saat ini, umbi bawang merah sudah terbentuk sempurna dan siap untuk dipanen.

Demikian beberapa pertanyaan umum terkait dengan cara menanam bawang merah dalam pot. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya kepada ahli pertanian atau petani bawang merah setempat.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang cara mengatasi hama dan penyakit yang sering menyerang bawang merah yang ditanam dalam pot. Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani bawang merah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasinya agar tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah.

Tips Menanam Bawang Merah dalam Pot

Untuk membantu Anda menanam bawang merah dalam pot dengan sukses, berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

Tip 1: Pilih Pot yang Tepat: Pilih pot berukuran sedang (diameter sekitar 20-30 cm) dengan lubang drainase yang baik. Pot yang terlalu besar atau terlalu kecil akan mempengaruhi pertumbuhan bawang merah.

Tip 2: Gunakan Tanah yang Gembur dan Subur: Gunakan campuran tanah humus, tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Tanah yang gembur akan memudahkan akar bawang merah tumbuh, sedangkan tanah yang subur akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bawang merah untuk tumbuh.

Tip 3: Pilih Bibit Bawang Merah yang Berkualitas: Pilih bibit bawang merah yang sehat, tidak cacat, dan bebas dari penyakit. Bibit bawang merah yang berkualitas akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang besar.

Tip 4: Tanam Bawang Merah dengan Kedalaman yang Tepat: Tanam bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan beri jarak sekitar 5-7 cm antar bibit. Penanaman yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan tidak saling berebut nutrisi.

Tip 5: Siram Bawang Merah Secara Teratur: Sirami bawang merah secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air. Penyiraman yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan mencegah umbi membusuk.

Tip 6: Berikan Pupuk NPK Secara Rutin: Berikan pupuk NPK setiap 2 minggu sekali sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Pemupukan yang tepat akan membantu bawang merah tumbuh dengan subur dan menghasilkan umbi yang besar.

Tip 7: Lakukan Penyiangan Secara Rutin: Lakukan penyiangan secara rutin untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah. Penyiangan akan membantu bawang merah tumbuh dengan baik dan tidak bersaing dengan gulma untuk mendapatkan nutrisi.

Tip 8: Panen Bawang Merah pada Waktu yang Tepat: Panen bawang merah setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning. Panen bawang merah pada waktu yang tepat akan menghasilkan umbi yang berkualitas baik dan tahan lama.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menanam bawang merah dalam pot dengan sukses dan menikmati hasil panen yang melimpah.

Tips-tips di atas akan membantu Anda dalam menanam bawang merah dalam pot dengan hasil yang memuaskan. Dengan mengikuti tips-tips tersebut, Anda dapat memastikan bahwa bawang merah Anda tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.

Kesimpulan

Artikel ini telah membahas secara lengkap cara menanam bawang merah dalam pot. Dimulai dari pemilihan pot yang tepat, jenis tanah, cara menanam bawang merah, hingga cara merawat dan memanennya. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dalam artikel ini, Anda dapat menanam bawang merah dalam pot dengan mudah dan sukses.

Beberapa poin penting yang perlu diingat saat menanam bawang merah dalam pot adalah sebagai berikut:

  • Pilih pot yang berukuran sedang dan memiliki lubang drainase yang baik.
  • Gunakan tanah yang gembur, porous, dan kaya akan nutrisi.
  • Tanam bibit bawang merah sedalam 1-2 cm dan beri jarak sekitar 5-7 cm antar bibit.
  • Siram bawang merah secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air.
  • Berikan pupuk NPK secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Panen bawang merah setelah berusia sekitar 2-3 bulan atau saat daunnya sudah mulai menguning.

Menanam bawang merah dalam pot merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Anda dapat menghemat biaya belanja bawang merah, memastikan bahwa bawang merah yang Anda konsumsi bebas dari pestisida dan bahan kimia lainnya, serta dapat menikmati proses menanam dan merawat bawang merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *